Berita : PDM Kabupaten Lebong


Muhammadiyah Lebong Serukan Masjid Bukan Panggung Politik

Rabu, 10-10-2018

foto: Masjid Al Jihad Muhammadiyah Muara Aman Kab. Lebong. sumber: google maps.

 

15 AGUSTUS 2018 | LAPORAN: ALEXANDER

RMOLBengkulu. Menindaklanjuti keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lebong, menyerukan seluruh pengurus, anggota dan warga Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Lebong, untuk tidak mengizinkan sejumlah masjid sebagai ajang politisasi Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) Pemilu 2019 mendatang.

"Sebab, Muhammadiyah sejatinya tidak menginginkan adanya perpecahan sesama warga Muhammadiyah pada Pemilu 2019," ujar Ketua PDM Lebong, H Zulkifli Kamek melalui Sekretaris PDM Lebong, Deltano, kepada RMOL Bengkulu, Selasa (14/8). 

Dia mengungkapkan, ada lima poin penting yang harus disampaikan terkait arahan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir, yaitu pertama, pihaknya menyampaikan dan mengimbau kepada anggota Muhammadiyah, agar masjid, mushola, dan amal usaha Muhammadiyah lainnya agar tidak dijadikan sebagai pusat politik praktis dan politisasi. 

Kedua, masjid adalah pusat keagamaan, sedangkan berbagai kegiatan untuk politik, alangkah lebih baik jika tidak diisi dengan kegiatan praktek politik aktif yang cenderung mengarahkan pada partai atau calon tertentu. Serta tidak boleh digunakan untuk politisasi untuk kepentingan tertentu. 

Sementara poin ketiga, masjid dapat menjadi tempat pendidikan politik sebagai pusat pencerdasan, pendewasaan dan pendidikan politik agar masyarakat menjadi melek politik dan punya keadaban politik, bukan dijadikan tempat politisasi kepentingan tertentu. Sedangkan, yang keempat, masjid harus tetap memiliki ruh sebagai wahana keagamaan bagi semua orang dengan keberagamannya. 

"Poin kelima, mengajak dan mengimbau seluruh warga Persyarikatan Muhammadiyah, untuk mensukseskan agenda demokrasi dengan partisipasi aktif menggunakan haknya sebagai manifestasi menjadi warga negara Indonesia yang baik," tutup Deltano. [ogi]

sumber: www.rmolbengkulu.com